Beranda / Blog

Pengembang Minta Kelonggaran Aturan Program Sejuta Rumah

 12/08/2020

Ilustrasi Program Sejuta Rumah. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/pd.

Jakarta, Properti2 — Program satu juta rumah terus berlanjut dengan hambatan pembangunan dan aturannya karena pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaannya asosiasi pengembang beranggapan aturan Program Sejuta Rumah cukup ketat dan diperlukan kelonggaran.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan mengumumkan capaian pembangunan rumah untuk masyarakat yang ada di dalam Program Sejuta Rumah per 11 Mei 2020 mencapai 215.662 unit.

"Untuk capaian Program Sejuta Rumah per tanggal 11 Mei 2020 sebesar 215.662 unit," ujar Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid kepada Kompas.

Dilansir dari Bisnis, asosiasi pengembang Realestat Indonesia (REI) meminta agar pemerintah merelaksasi sejumlah aturan agar dapat menstimulus program sejuta rumah.

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida mengatakan, "Kalau sekarang persayaratan cukup ketat ini. Ketatin untuk end user-nya untuk dapat KPR di tengah pandemi, ini yang problem berdampak pada pembangunan sejuta rumah."

Selain itu, katanya, untuk membangun rumah dalam rangka program sejuta rumah ini cukup berat. Pasalnya pemerintah meminta agar listrik dari PLN sudah terpasang dan pembangunan jalan di area rumah tersebut sudah ada dan selesai.

Dari sisi pembeli, Totok menilai ada persyaratan penghasilan maksimal Rp8 juta untuk dapat membeli rumah MBR menjadi hambatan. 

"Di Solo gaji pokok Rp1,5 juta plus tunjangan-tunjangan yang cukup besar. Di Papua gaji Rp8 juta sangat kecil di sana karena biaya hidup yang mahal. Ini yang membuat hambatan selama ini," ditambahkannya.

Oleh karena itu, Paulus menyarankan mengenai solusi yang bisa diambil pemerintah yakni memperlonggar aturan tersebut dengan mempertimbangkan UMR di setiap provinsi bisa dinaikkan lagi batas maksimalnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan bahwa program sejuta rumah dapat berjalan dengan baik jika mendapat dukungan seluruh pihak.

"Perlu ada relaksasi agar program sejuta rumah ini dapat tercapai. Penerapan aturan yang sangat ketat di tengah pandemi Covid juga ikut membawa dampak penurunan permintaan hunian," tutur Junaidi.

Para pengembang berharap supaya pemerintah dapat menyederhanakan syarat-syarat kepemilikan rumah, keringanan suku bunga kredit konstruksi, serta restrukturisasi pembayaran cicilan pokok dan bunga. (mar)

Tagline:

Program Sejuta Rumah

 

REI

 

Apersi

 

Totok Lusida

 

Junaidi Abdillah