Beranda / Blog

Survei BI: Properti Bali Masih Tumbuh Positif

 07/07/2020

Gus Tut

Rumah baru oleh Pengembang realestat di Kuta Selatan.

Denpasar, Properti2 - Harga properti residensial primer di Bali disebutkan oleh Bank Indonesia (BI) melalui perwakilannya masih mampu tumbuh positif di triwulan pertama tahun ini dibandingkan triwulan akhir tahun lalu.

"Kalau di sektor pariwisata turun, namun untuk di sektor properti kita masih tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho di Denpasar, Jumat (3/7).

Trisno Nugroho mengungkapkan bahwa perkembangan harga properti residensial primer pada triwulan pertama 2020 tumbuh 0,22 persen (YoY), sedangkan pada triwulan akhir 2019 yakni 0,16 persen.

Volume penjualan juga masih terbilang cukup baik karena masih menunjukkan peningkatan penjualan dari triwulan akhir 2019. Penigkatan terutama untuk penjualan tipe besar. Adapun metode penjualan sebagian besar memanfaatkan fasilitas KPR.

Sementara itu, perkembangan harga properti residensial sekunder cenderung menunjukkan perlambatan pertumbuhan harga dalam beberapa waktu terakhir yang diperparah adanya pandemi Covid-19. Dimana penurunan kinerja properti komersial bersumber dari penurunandemandakan sewa hotel dan apartemen.

Pada kesempatan kegiatan diseminasi hasil survei BI secara virtual tersebut, juga dijelaskan BI Provinsi Bali memiliki 3 survei untuk memperoleh informasi terkait perkembangan properti. Adapun survei tersebut yakni Survei Harga Properti Residensial (SHPR) primer, Survei Harga Properti Residensial (SHPR) sekunder, serta Perkembangan Properti Komersial (PPKOM). Survei diselenggarakan secara triwulan dengan 226 responden.

Tagline:

Bali

 

Bank Indonesia

 

Covid-19

 

Properti Primer

 

Properti Sekunder

 

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik.